Filsafat merupakan bidang ilmu yang rumit ,kompleks dan sulit dipahami secara definitif. Namun demikian sebenarnya pendapat yang demikian ini tidak selamanya benar. Selama manusia hidup sebenarnya tidak seeorangpun dapat menghindar dari kegiatan berfilsafat. Dengan lain perkataan setiap orang dalam hidupnya senantiasa berfilsafat, sehingga dalam berdasarkan kenyataan tersebut maka sebenarnya filsafat itu sangat mudah dipahami. Jikalau orang berpendapat bahwa bahwa dalam hidup ini materilah yang essensial dan mutlak, maka orang tersebut berfilsafat materialisme. Jikalau seseorang berpandangan bahwa kebenaran pengetahuan itu sumbernya rasio maka orang tersebut barfilsafat rasionalisme, demiian juga jikalau seseorang berpandangan bahwa dalam hidup ini yang terpenting adalah kenikmatan,kesenangan fan kepuasan lahiriah maka orang tersebut berfilsafat hedonisme, demikian juga jikalau seseorang bahwa dalam hidup masyarakat maupun negara yang terpenting adalah kebebasan individu, atau dengan lain perkataan bahwa manusia adalah sebagai makhluk individu yang bebas maka orang tersebut berpandangan individualisme, liberalisme.
Secara etimologis istilah ‘”filsafat” berasal dari bahasa Yunani “philein” yang artinya “cinta” dan “sophos” yang artinya “hikmah” atau “kebijaksanaan” atau “. Jadi secara harfiah istilah filsafat mengandung makna cinta kebijaksanaan. Dan nampaknya hal ini sesuai dengan sejarah timbulnya ilmu pengetahuan, yang sebelumnya dibawah naungan filsafat. Namun demikian jikalau kita membahas pengertian filsafat dalam hubungannya dangan lingkup bahasannya maka mencakup berbagai bidang bahasan antara lain tentang manusia, alam, pengetahuan, etika, logika, dan lain sebagainya. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan maka muncul pua filsafat yang berhubungan dengan bidang-bidang ilmu tertentu antara lain filsafat sosial, politik, hukum, bahasa, ilmu pengetahuan, agama, dan lain-lainnya.
Keseluruhan arti filsafat yang meliputi berbagai masalah tersebut dapat dikelompokkan menjadi 2 macam sebagai berikut :
Pertama : Filsafat sebagai produk yang mencakup pengertian.
Filsafat sebagai jenis pengetahuan, ilmu, konsep, pemikiran-pemikiran dari para filsuf dari zaman dahulu yang lazimnya merupakan suatu aliran atau sistem filsafat tertentu, misalnya rasionalisme, materialisme, pragtisme dan lain sebagainya.
Filsafat sebagai suatu jenis problema yang dihadapi manusia sebagai hasil dari aktivitas berfilsafat. Jadi manusia mencari satu kebenaran yang timbul dari persoalan yang besumber pada akal manusia.
Kedua : Filsafat dalam suatu proses, yang dalam hal ini filsafat diartikan dalam bentuk suatu aktivitas barfilsafat, dalam proses pemecahan suatu permasalahan dengan menggunakan suatu cara dan metode tertentu yang sesuai dengan objeknya. Dalam pengertian ini filsafat merupakan suatu sistem pengetahuan yang bersifat dinamis.
Adapun cabang-cabang filsafat yang poko adalah sebagai berikut :
Metafisika, yang membahas tentang hal-hal yang bereksistensi dibalik fisis, yang meliputi bidang-bidang ontologi, kosmologi dan antropologi.
Epistemilogi, yang berkaitan denga persoalan hakikat pengetahuan.
Metodologi, yang berkaitan dengan persoalan hakikat metode dalam ilmu pengetahuan.
Logika, yang berkaitan dengan persoalan filsafat berfikir, yaitu rumus-rumus dan dalil-dalil berfikir yang benar.
Etika, yang berkaitan dengan moralitan, tingkah laku manusia.
Estetika, yang berkaitan dengan persoalan hakikat keindahan.
Rumusan Kesatuan Pancasila Sebagai Suatu Sistem
Kompleksitas dari bagian-bagian.
Ada ketergantungan antara bagian yang satu dengan bagian yang lain dalam sistem tersebut.
Tercipta suatu hubungan dari bagian yang ada dalam sistem.
Hubungan tersebut menciptakan suatu proses yang sistematis.
Susunan Kesatuan Pancasila Yang Bersifat Organis
Sila-sila Pancasila itu merupakan suatu kesatuan dan keutuhan yaitu setiap sila merupakan unsur (bagian yang mutlak) dari Pancasila. Maka Pancasila merupakan suatu kesatuan yang majemuk tunggal. Konsekuensinya setiap sila tidak dapat berdiri sendiri-sendiri terlepas dari sila-sila laninya serta di antara sila satu dan lainnya tidak saling bertentangan.
Susunan pancasila yang bersifat hierarkhis piramidal
Susunan Pancasila adalah hierarkhis dan berbentuk piramidal. Pengertian matematis piramidal digunakan untuk menggambarkan hubungan hierarkhi sila-sila Pancasila dalam urut-urutan luas (kwan-titas) dan juga dalam hal isi sifatnya (kwalitas). Kalau dilihat dari intinya urut-urutan lima sila menunjukkan suatu rangkaian tingkat dalam lusanya dan isi sifatnya merupakan pengkhususan dari sila-sila di mukanya.
Tinjauan antalogis
Ontologi merupakan lambang filsafat yang mempelajari tentang hakekat realitas. Artinya dari aspek ini mahasiswa diharapkan bisa memahami hakekat dari isi Pancasila.
Sila-sila dalam pancasila pada hakekatnya terdiri atas lima hakekat dasar yaitu:
Ketuhanan (hakekatnya adalah Tuhan)
Kemanusiaan (hakekatnya adalah manusia)
Persatuan (hakikatnya adalah satu)
Kerakyatan (hakikatnya adalah rakyat)
Keadilan (hakikatnya adalah adil)
Rabu, 07 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
tag aku yah,...
BalasHapus